Potrait: guru mengajar disekolah (SMP) untuk meningkatkan kualitas pendidikan terhadap siswa menuju Indonesia generasi emas 2045
Foto : istimewa
KUDUS, Penakampus.id – Visi untuk mewujudkan menuju Indonesia Generasi Emas 2045 ini dinilai akan berujung menjadi slogan semata saja, jika tidak dibarengi dengan pembenahan masalah di sektor pendidikan. Tuntutan untuk mencetak lulusan yang berkualitas saat ini masih terbentur oleh realita rendahnya kesejahteraan guru dengan kebijakan pemerintah.
Hal tersebut menjadi sorotan utama dalam diskusi Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang mempertemukan berbagai elemen mulai dari Pemerintah, Akademisi, Mahasiswa bahkan untuk Masyarakat Umum. Form diskusi tersebut digelar di depan kantor bupati Kudus, pada hari Sabtu 2 Mei 2026.
Pakar pendidikan sekaligus narasumber diskusi yakni Mutohar menegaskan, bahwa kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh guru. Sayangnya, tuntutan agar guru memiliki kualitas yang unggul ini tidak diimbangi dengan pemberian apresiasi yang layak, khususnya terkait kesejahteraan guru.
Ia mengkritisi kebijakan pemerintah yang seringkali timpang, salah satunya adalah dengan menganalogikan program pemenuhan gizi untuk siswa. "Pemerintah hari ini memikirkan gizi peserta didik agar cukup, tapi kalau kesejahteraan gurunya tidak dipikirkan, kebijakan ini timpang. Apalah artinya tanaman terbaik karena di-support gizi yang baik, tapi orang yang merawat tanaman itu tidak punya cukup motivasi? Kan eman-eman tanamannya," tegas Mutohar.
Menurutnya, jika guru sudah disejahterakan, barulah mereka bisa benar-benar fokus menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas untuk para peserta didik yang akan menjadi pelaku utama di tahun 2045 kelak. (RNX/MJI)

Posting Komentar