Diskusi Hardiknas di Kudus Angkat Persoalan Pendidikan, Mahasiswa Dorong Keterbukaan

 

Foto: Irfan Zakky Pratama

KUDUS, Penakampus. Id—Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muria Kudus (UMK) menggelar forum Diskusi terbuka dalam rangka peringatan hari pendidikan nasional (HARDIKNAS) yang diberlangsungkan didepan kantor Bupati Kudus pada Jumat 2/5/2026. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa, pelajar, akademisi hingga jajaran Perwakilan pemerintah daerah. 

Kegiatan bertajuk "Alerta!!! Pendidikan Indonesia Mau Diarahkan Kemana? "Ini menghadirkan akademisi Muthohar, S. Pd., M. M. sebagai pemateri utama dan dimoderatori oleh Moh. Najibul Faiz. Turut juga hadir dalam kegiatan tersebut Valerie Yudistira Pramudya selaku Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Kudus, serta Andrias Wahyu Adi Setiawan selaku Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (KESBANGPOL) Kudus. 

Panitia juga mengundang sejumlah perwakilan Legislatif lainya seperti anggota DPRD Rochim Sutopo. Namun hingga kegiatan berlangsung yang bersangkutan tidak hadir dalam forum tersebut. 

Selain mahasiswa, panitia juga juga turut melibatkan pelajar SMA/SMK dalam diskusi. Ketua panitia Haris menyampaikan bahwa keterlibatan pelajar merupakan bagian penting dalam peringatan hardiknas. 

"Hari pendidikan nasional ini bukan hanya milik mahasiswa tapi juga bagi pelajar seperti SMA, SMK, SD dan mahasiswa" Ujarnya. 

Dirinya juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendorong keterbukaan pemerintah derah dalam melihat persoalan pendidikan yang terjadi di Kudus. Menurutnya masih banyak permasalahan dilapangan seperti kondisi fasilitas sekolah hingga pemerataan akses pendidikan. 

"Masih ada 58 SD dan SMP itu yang atapnya bolong, yang sekolahannya ketika hujan deras itu pasti kebanjiran. Nah itu menjadi dasar kita untuk melakukan acara diskusi Hardiknas". Ungkapnya. 

Dalam pemaparannya Muthohar menekankan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan lewat kesejahteraan pendidik. 

"Di saat guru dituntut berkualitas tapi kemudian tidak dibarengi dengan semacam apresiasi berupa kesejahteraan yang layak jadi itu yang memang menjadi PR besar sebetulnya di Indonesia" Jelasnya.

Dia juga menambahkan bahwa tantangan pendidikan bukan hanya terletak dari kualitas pendidik, namun juga pada akses pemerataan serta konsistensi kebijakan. 

Ketua BEM UMK Nurrohma Tanaya Kusuma Dewi, menyebut forum diskusi ini menjadi ruang refleksi bersama atas ketimpangan yang masih terdapat dalam sektor pendidikan saat ini. 

"Kita lihat apakah visi dari Generasi Emas ini beneran ada atau hanya sekadar visi tertulis, tapi tidak melihat bahwasanya realitas di lapangan itu pendidikan masih banyak ketimpangan dan lain sebagainya" Tegasnya.

Sementara itu Taufik ali sebagai salah satu peserta, menilai forum diskusi ini berlangsung interaktif dan mampu mempertemukan berbagai pandangan dari berbagai pihak. 

"Sesuatu hal yang menarik bagi saya adalah ketika teman-teman semuanya baik elemen masyarakat, pemerintah, dan mahasiswa peserta itu sangat banyak dilibatkan bisa menyatukan pikiran dalam sektor pendidikan" Ungkapnya.

Melalui kegiatan ini mahasiswa berharap diskusi tidak hanya berhenti pada sebuah forum, tetapi juga mendorong langkah kongkret terlebih dari pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di kudus. (MJI)


0/Komentar