KUDUS, Penakampus.id – Universitas Muria
Kudus (UMK) mengadakan uji publik untuk calon tunggal ketua Dewan Perwakilan
Mahasiswa (DPM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) pada 19 Januari di
Auditorium UMK. Menariknya, kali ini kedua calon yang akan memimpin organisasi
mahasiswa selama satu periode merupakan seorang mahasiswi.
Uji publik ini dilaksanakan
sebagai bagian dari rangkaian acara sebelum kongres yang akan diselenggarakan
pada 21 Januari 2025. Acara ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada
mahasiswa mengenal lebih dekat para calon pemimpin mereka. Dalam uji publik
ini, para calon menyampaikan visi dan misi, melakukan pendalaman, serta
menjawab pertanyaan dari audiens.
Kegiatan berlangsung
kondusif dimana para audiens mampu mentaati tata tertib kegiatan uji publik
kali ini. Para calon ketua DPM dan BEM mampu menjawab semua pertanyaan yang
diajukan аudiens dengan durasi menjawab maksimal dua menit, sementara аudiens
diberi waktu satu menit untuk bertanya.
Nurrohmah Tanaya Kusuma
Dewi, atau yang akrab disapa Tanaya seorang mahasiswi Fakultas Psikologi, mencalonkan
diri sebagai ketua BEM UMK periode 2026. Motivasi Tanaya muncul dari sejarah
kota asalnya, Jepara, yang dikenal dengan tokoh-tokoh perempuan inspiratif.
“Jepara disana mencetak
sebuah Sejarah, ada loh kepemimpinan perempuan yang tercipta disana seperti
R.A. Kartini, Ratu Shima, dan Ratu Kalinyamat, mulai dari situ saya memiliki
minat, niat, dan tekad ingin menjadi pemimpin yang baik ingin bergerak, karena
Perempuan itu banyak sekali stigma-stigma bisanya di dapur saja. saya mampu dan
saya mau, dan saya ingin menghapus stigma-stigma tersebut dan ingin membuktikan
bahwasannya perempuan itu tidak lemah, Perempuan itu mampu berfikir, mampu
bergerak, dan mampu juga berdampak,” ujar Tanaya.
Tanaya juga memaparkan
program-program kerja yang akan diusung selama satu periode, dengan fokus pada
kolaborasi, bergerak bersama organisasi mahasiswa (Ormawa) dan seluruh rekan-rekan
UMK, serta membawakan program-program yang memberi dampak nyata bagi masyarakat
untuk mencapai asa UMK.
Di sisi lain, Nayla
Hasna Nafisah, atau biasa disapa Nayla, seorang mahasiswi Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan, mencalonkan diri sebagai calon ketua DPM UMK periode 2026. Dengan
niat baik dan hati yang tulus, Nayla ingin memberikan dampak positif bagi
mahasiswa berdasarkan pengalaman dan prestasi yang telah diraihnya.
“Aku ingin berdampak
bagi mahasiswa, ingin menolong mahasiswa yang merasa sendiri. Apa salahnya saya
membuat makna di sini, sebelum saya meninggalkan kampus ini. Tentunya, saya
ingin memiliki makna yang berkesan bagi mahasiswa. Meskipun ada ketidaksempurnaan,
sebagai manusia biasa, pasti ada lebih dan kurangnya selama satu periode,”
ungkap Nayla.
Dalam kegiatan tanya
jawab, Nayla juga menyampaikan salah satu tugas dan fungsi dari DPM adalah memastikan
bahwa seluruh ormawa berada pada jalur yang sesuai tugas, pokok, dan fungsinya.
DPM bertugas mengawasi bukan berpihak atau mengarahkan di tengah kebaikan atau
keburukan, serta berpegang pada kebeneran, kebenaran seperti apa itulah yang
DPM jalankan dan awasi.
Dengan terpilihnya
pemimpin dari kalangan mahasiswi, diharapkan UMK dapat mencapai kemajuan yang
signifikan dan memberikan inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk berpartisipasi
aktif dalam kegiatan kampus dan masyarakat. (FRS/DRP)

Posting Komentar