OBSESA BEM KM UMK Dorong Mahasiswa Berani Suarakan Pendapat

 

Suasana diskusi OBSESA di depan Gedung R UMK

Foto : Irfan Zakky Pratama (Pena Kampus)

KUDUS, Penakampus.id – Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Muria Kudus (UMK) menggelar kegiatan OBSESA (Obrolan Seputar Mahasiswa) pada Jumat sore (4/7) di depan Gedung R UMK. Dengan mengusung tema “Berawal dari Kampus ke Masyarakat: Belajar Berpendapat untuk Demokrasi”, kegiatan ini menjadi ruang terbuka bagi mahasiswa untuk menyampaikan opini secara bebas, terbuka, dan bertanggung jawab.

Kegiatan dibuka oleh moderator Moh. Najibul Faiz (Ketua MDS UMK), kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Tiyo Ardianto (Presiden Mahasiswa BEM KM UGM) dan Faizal Adi Surya, S.H., M.H. (Dosen Hukum UMK). Diskusi dilanjutkan bersama pemantik lainnya, yakni Eka Rizqiana (Presma BEM UMKU), M. Angga S. (Presma BEM ITEKES CENTAMA Kudus), dan Abdullah In’am M. (Presma BEM KM UMK).

Ketua panitia, Arif Hidayat, menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk solidaritas terhadap mahasiswa yang mengalami penindasan atau mendapat tekanan saat menyuarakan pendapat. “Acara ini kami gelar untuk membantu kawan-kawan mahasiswa yang dipenjara atau mendapat tekanan dari aparat karena menyampaikan pendapat,” ujar Arif.

Ia menambahkan, pemilihan tema demokrasi dilatrbelakangi oleh masih adanya rasa takut di kalangan mahasiswa untuk menyuarakan opini, bahkan di lingkungan kampus. “Masih banyak yang takut bicara. Bahkan ada teman-teman yang enggan menyampaikan pendapat karena takut ditekan. Maka dari itu, kami kumpulkan berbagai presma di Kudus untuk bersama-sama mendorong kebebasan berpendapat,” lanjutnya.

Arif juga berharap kegiatan OBSESA dapat menumbuhkan keberanian mahasiswa dalam menyampaikan pendapat secara terbuka. “Harapan saya, mahasiswa bisa berani berpendapat. Sayangnya, tadi hanya dua orang yang berani menyuarakan opini secara langsung,” tambahnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, seperti Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) dan STIKES Cendekia. Diskusi berlangsung secara tertib, aman, dan tanpa kendala hingga akhir kegiatan.

Melalui OBSESA, BEM KM UMK berharap dapat memperkuat budaya demokrasi di lingkungan kampus, di mana mahasiswa tidak hanya aktif dalam bidang akademik, tetapi juga berani berpikir kritis dan menyuarakan pendapat secara terbuka dan bertanggung jawab. (ZEY/TSA/IZY)



0/Komentar