Kudus, Penakampus.online
–
Fazhaliani Shariffatul Muna, gadis asal Kudus yang berhasil meraih impiannya
melanjutkan studi ke luar negeri. Ia mendaftarkan diri di universitas yang bekerjasama
dengan Lembaga Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan akhirnya mendapatkan
beasiswa di Albukhairy Internasional University, Malaysia.
Fazhaliani diterima di
universitas tersebut dengan jenis beasiswa fully funded. Biaya hidupnya
selama kuliah ditanggung penyedia beasiswa karena sebelumnya ia telah lolos
dalam dua seleksi, yaitu seleksi dari pihak universitas dan seleksi dari pihak
beasiswa.
Sebelum memutuskan
untuk mengambil beasiswa di Malaysia, Fazhaliani sudah diterima di universitas
dari beberapa negara seperti Taiwan, Turki, Eropa, dan Kanada. Namun, tidak
diambil karena jaraknya terlalu jauh dari orang tua.
“Malaysia awalnya bukan
tujuan belajarku. Tapi ibuku memberi restu untuk ke Malaysia. Ternyata se-powerfull itu doa ibu. Bahkan dari mulai
pendaftaran tidak ada kesulitan sama sekali,” ungkapnya.
Background orang tua
yang bekerja sebagai office boy dan pegawai harian rokok sempat membuatnya
tak yakin untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Sebagai anak
satu-satunya ia juga merasa berkewajiban untuk membanggakan kedua orang tuanya,
dengan mengupayakan segala hal yang mampu ia dapatkan.
Gadis 18 tahun itu
mengungkapkan bahwa peran orang tuanya sangat penting dalam perjalanannya.
Tanpa ridho orang tua yang ia tak yakin bisa berada di tahap yang sekarang.
“Mereka (orang tua) yang support aku harus kuliah, disamping aku anak
satu-satunya yang menjadi harapan keluarga,” ungkapnya, Kamis (30/06).
Dulunya Fazhaliani
pernah merasa down ketika kurang mendapatkan dukungan dari orang tua dan
keluarga besarnya untuk kuliah di luar negeri. “Aku anak satu-satunya dan aku
cewek, istilahnya keluarga masih memikiki fikiran bahwa aku cewek jangan kuliah
jauh-jauh, tapi selagi ada kesempatan harus diusahakan,” katanya.
Dalam perjalanannya
meraih beasiswa peran para mentornya juga sangat besar baginya. Dari
mentor-mentor nya ia belajar bahwa ketika kita ingin berada di tingkat yang
berbeda dengan yang lain kita memang harus berusaha yang lebih ekstra lagi. Pengalaman
kegalalan yang pernah ia alami dulu juga menjadi motivasi baginya. “Mungkin
kalau aku gak berani melangkah lebih jauh dari teman-teman ku, aku mungkin gak
ada disini,” tuturnya. (rvl/kal/sha/rap).
Great fazha ..I'm one of the people who is very proud of your achievement so far ..good luck for your next steps zha...keep spirit ✊✊🥰🥰
BalasHapusPosting Komentar