Foto: Arya Wahyu Santoso
KUDUS, Penakampus.id - Dalam upaya mengoptimalkan potensi bahan alam lokal sekaligus membekali masyarakat dengan keterampilan berwirausaha, tim PPK Ormawa Disantara DPM Universitas Muria Kudus (UMK) merangkul anggota SAHARA (Sentra Herbal Sehat dan Alami) Desa Wates, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus.
Desa Wates di Kecamatan Undaan memiliki potensi komoditas pertanian dan rempah yang melimpah, tetapi pemanfaatan tanaman herbal seperti kunyit dan kencur selama ini masih terbatas pada jamu gendong konvensional atau bumbu dapur harian dengan daya simpan singkat dan jangkauan pasar sempit. Menjawab tantangan tersebut, tim PPK Ormawa Disantara UMK memperkenalkan teknologi pengolahan sirup herbal berskala rumah tangga.
Pelatihan yang berlangsung hangat di Balai Desa Wates, Rabu 12 Agustus 2026 ini berfokus pada inovasi pengolahan rempah-rempah tradisional menjadi produk minuman herbal siap saji bernilai ekonomi tinggi, yaitu KUNIRA (Sirup Kunyit) dan KENCARA (Sirup Kencur). Melalui sinergi antar-elemen desa yang tergabung dalam wadah SAHARA, pelatihan ini tidak hanya mengajarkan teknis pembuatan, tetapi juga membangun komitmen bersama untuk mengembangkan kewirausahaan di tingkat desa.
Mengenal “Kunira” dan “Kencara”
Kunira dan Kencara adalah dua produk inovasi minuman herbal berbasis sirup yang dikembangkan melalui kolaborasi PPK Ormawa Disantara DPM UMK bersama SAHARA (Sentra Herbal Sehat dan Alami) Desa Wates, Undaan.
Kedua produk ini hadir sebagai solusi praktis menikmati kebaikan rempah tradisional Indonesia tanpa ribet, dengan tampilan dan cita rasa yang disesuaikan untuk lidah masyarakat modern.
Mengenal Kunira
Kunira merupakan salah satu produk unggulan program PPK Ormawa Disantara DPM UMK yang terbuat dari bahan pokok alami kunyit. Kunyit yang biasanya hanya menjadi bumbu dapur kini diolah menjadi sirup kunira untuk meningkatkan nilai ekonomisnya. Manfaat dari sirup kunira :
- Membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan dan berpotensi meredakan keluhan pencernaan ringan.
- Mengandung kurkumin dari kunyit yang memiliki aktivitas antioksidan sehingga membantu melindungi tubuh dari paparan radikal bebas.
- Asam jawa memberikan cita rasa segar dan secara tradisional dimanfaatkan untuk membantu melancarkan pencernaan.
Mengenal Kencara
Kencara juga merupakan salah satu produk PPK Ormawa Disantara DPM UMK. Hampir sama dengan Kunira, Kencara terbuat dari bahan pokok alami kencur yang diolah menjadi sirup untuk menaikkan nilai ekonominya. Manfaat sirup Kencara:
- Membantu memberikan sensasi hangat dan segar pada tenggorokan saat dikonsumsi.
- Membantu memberikan rasa nyaman dan menyegarkan setelah beraktivitas.
Hadirnya Kunira dan Kencara menjadi bukti nyata bagaimana potensi rempah desa dapat ditingkatkan nilainya melalui sentuhan inovasi. Lewat pengolahan kunyit dan kencur menjadi sirup yang tahan lama serta bernilai jual, masyarakat Desa Wates tidak hanya diajak untuk melestarikan tradisi herbal Nusantara, tetapi juga membuka peluang usaha baru berbasis sumber daya lokal. Minuman ini menyajikan cara baru menikmati jamu lebih praktis, manis, segar, dan dapat dinikmati oleh semua kalangan.
Antusiasme Anggota SAHARA dalam Pelatihan
Sejak awal sesi, suasana Balai Desa Wates tampak hidup berkat antusiasme para anggota Sahara. Mereka berpartisipasi aktif dalam setiap tahap pembuatan produk, tak ragu berdiskusi, bertanya soal takaran yang presisi, hingga mencatat detail instruksi yang diberikan oleh tim PPK Ormawa Disantara DPM UMK.
Semangat itu makin terasa saat memasuki sesi praktik langsung. Anggota Sahara berbagi peran: mengupas dan membersihkan rempah kunyit serta kencur, mengekstrak sari bahan baku, hingga mengawal proses perebusan dan pencampuran gula agar mendapat konsistensi sirup yang pas.
Kebahagiaan mereka memuncak pada tahap akhir, yaitu pembotolan dan penyicipan (tasting session). Raut bangga tampak di wajah para anggota Sahara melihat bahan herbal sederhana dari dapur mereka bertransformasi menjadi sirup herbal yang tampil modern dan segar—sinyal positif bahwa Kunira dan Kencara siap menjadi ikon wirausaha baru bagi Desa Wates.
“Pelatihan ini tidak hanya sekadar mengajari cara masak, tapi membuka wawasan kami bahwa kunyit dan kencur bisa dijual dengan kemasan dan rasa yang lebih modern,” ujar salah satu peserta dari kelompok Sahara.
Melalui pelatihan ini, Tim PPK Ormawa Disantara DPM UMK berharap Kunira dan Kencara tidak berhenti sebagai karya sesaat, melainkan terus dirawat dan dikembangkan menjadi embrio usaha mikro desa yang mandiri dan berkelanjutan. Inovasi olahan rempah ini diharapkan mampu mengangkat taraf perekonomian warga Desa Wates sekaligus membuktikan potensi besar perempuan desa dalam menggerakkan roda wirausaha lokal.
Lebih dari nilai ekonomi, Kunira dan Kencara juga diharapkan menjadi identitas serta kebanggaan baru (branding) bagi Desa Wates, Undaan, sehingga sinergi mahasiswa dan masyarakat ini terus berlanjut dan sirup herbal tersebut dapat dikenal luas serta bersaing di pasar yang lebih besar.

Posting Komentar