KUDUS, Penakampus.id — Aliansi Mahasiswa Bergerak (AMB) mendesak Pemerintah Kabupaten Kudus dan DPRD setempat untuk segera mengevaluasi sejumlah kebijakan publik, melalui delapan tuntutan yang disampaikan dalam dialog terbuka, Kamis (19/6/2026). Tuntutan tersebut meliputi evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Peningkatan kesejahteraan guru, Perbaikan arah kebijakan ekonomi, Pemerataan layanan kesehatan, Evaluasi pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), Penguatan beasiswa daerah dan riset mahasiswa, Penghentian pembiaran tambang ilegal, serta peningkatan transparansi DPRD Kudus.
Tuntutan tersebut disusun berdasarkan kajian yang dilakukan mahasiswa terhadap sejumlah persoalan di tingkat daerah maupun nasional. Mahasiswa menilai beberapa program pemerintah masih memerlukan evaluasi agar pelaksanaannya lebih efektif, transparan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Presiden Mahasiswa sekaligus Perwakilan dari AMB, Nur Rohma Tanaya, mengatakan dialog terbuka digelar untuk memperoleh jawaban langsung dari pemangku kebijakan atas berbagai isu yang mereka angkat. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya membawa kritik, tetapi juga hasil kajian yang diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan.
“Kami tidak hanya membawakan kajian dan tuntutan saja, tetapi bagaimana kajian dan tuntutan ini bisa terjawab secara langsung dan bisa ditentukan arah kebijakannya,” ujarnya.
Dalam kajiannya, AMB menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu dievaluasi secara menyeluruh. Mahasiswa menyoroti kasus keracunan yang menimpa lebih dari 500 siswa di sejumlah daerah sebagai indikator perlunya penguatan sistem pengawasan, distribusi, dan mitigasi risiko dalam pelaksanaan program tersebut.
Selain MBG, mahasiswa juga meminta evaluasi terhadap Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Menurut AMB, pelaksanaan program tersebut perlu disertai tata kelola yang transparan serta pengawasan yang memadai agar tujuan pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat tercapai.
Dalam sektor pendidikan, mahasiswa menyoroti pentingnya peningkatan kesejahteraan guru, penyediaan beasiswa daerah, serta dukungan terhadap riset dan inovasi mahasiswa. Menurut para aliansi mahasiswa, pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dilepaskan dari akses pendidikan yang merata dan dukungan terhadap pengembangan akademik generasi muda.
Di bidang kesehatan, mahasiswa meminta pemerintah mengembalikan arah pembangunan kesehatan yang berkeadilan bagi masyarakat. Mereka menilai pembangunan sektor kesehatan perlu diimbangi dengan pemerataan akses layanan dan peningkatan kualitas pelayanan dasar yang dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat.
Mahasiswa juga menyoroti pemanfaatan DBHCHT yang dinilai perlu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Dalam kajiannya, AMB mendorong agar dana tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mendukung pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Selain itu, mahasiswa mendesak pemerintah menghentikan pembiaran terhadap aktivitas tambang ilegal yang dinilai berpotensi merusak lingkungan. DPRD Kudus juga diminta membuka ruang transparansi yang lebih luas terhadap agenda rapat, pembahasan kebijakan, dan hasil keputusan yang berkaitan dengan kepentingan publik.
Menanggapi tuntutan tersebut, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan sejumlah masukan mahasiswa akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah. Ia menyebut berbagai persoalan yang disampaikan akan dikaji lebih lanjut sesuai kewenangan dan kebutuhan masyarakat.
“Berbagai masukan yang disampaikan mahasiswa akan kami evaluasi dan kaji secara teknis untuk melihat dampaknya bagi masyarakat serta kemungkinan tindak lanjut yang dapat dilakukan pemerintah daerah,” ujar Sam’ani selaku Bupati Kudus.
Meski demikian, mahasiswa berharap audiensi tidak berhenti pada penyampaian aspirasi semata. Mereka meminta pemerintah daerah dan DPRD menindaklanjuti berbagai persoalan yang telah disampaikan melalui kebijakan yang lebih konkret, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat. (NXA).

Posting Komentar