Foto: Tia Amanda
KUDUS, Penakampus.id – Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK) menggelar pelatihan Open Jurnal Sistem (OJS) pada Kamis, 16 April 2026. Pelatihan ini ditujukan pada Mahasiswa dan Alumni sebagai upaya meningkatkan keterampilan pengelolaan jurnal ilmiah berbasis digital secara profesional.
Ketua Program Studi PBSI UMK Noor Ahsin selaku narasumber menjelaskan bahwa OJS merupakan sistem berbasis perangkat lunak yang digunakan untuk memanejemen penerbitan jurnal secara daring. “Karena dalam jurnal itu proses mulai dari submit, kemudian mulai mereview artikel, kemudian sampai dengan proses publikasi itu melalui sebuah proses yang di dalamnya itu ada proses yang melalui tahapan-tahapan tertentu” jelasnya.
Pelatihan ini diikuti oleh sebagian mahasiswa dan alumni PBSI yang bersedia terlibat dalam pengelolaan jurnal prodi, seperti kredo, kala, dan sinesis. Keterlibatan alumni dinilai penting untuk membangun kolaborasi dengan mahasiswa aktif, terutama dalam berbagi pengalaman terkait penulisan dan pengelolaan jurnal. “Harapannya nanti ada kolaborasi antara alumni dan mahasiswa yang masih kuliah” ujar pria berbatik itu.
Dalam pelatihan, peserta diperkenalkan dengan prosedur mekanisme OJS, dimulai dari registrasi akun, pengunggahan artikel hingga proses editorial yang melibatkan Editor-in-chief, Section Editor, dan Reviewer. Setiap artikel yang masuk akan melalui tahap evaluasi dan revisi sebelum akhirnya dapat diterbitkan.
Ahsin menyebutkan bahwa respon peserta terhadap pelatihan ini cukup positif karena materi yang disampaikan tidak hanya berupa teori namun juga melibatkan praktik penggunaan OJS secara langsung. Dirinya juga menegaskan bahwa pelatihan ini akan berlangsung secara bertahap untuk memastikan peserta benar-benar terbekali secara matang dalam penggunaan sistem OJS. “Jadi pelatihan ini sifatnya kondisional, dalam artian itu sudah dijadwalkan mungkin pertemuan satu, pertemuan dua, pertemuan ketiga” ungkapnya.
Kedepan pelatihan ini akan dilanjutkan dengan sesi pendampingan dan praktik intensif secara berkala hingga peserta mampu mengelola jurnal secara mandiri. Targetnya jurnal yang dikelola dapat terbit sesuai dengan volume yang sebelumnya telah dirancang.
Pak ahsin juga menekankan bahwa proses belajar OJS membutuhkan kesabaran dan ketelitian guna tercapainya pemahaman yang mendalam serta matang. “Pesannya tuh konsisten untuk terus belajar, karena sesuatu yang baru itu bisa dipelajari, walaupun sulit tapi kalau dipelajari nanti bisa” tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa penguasaan OJS menjadi bekal hard skill penting yang jarang disadari terlebih bagi mahasiswa maupun tendik yang akan selalu menggeluti bidang penelitian, karena di era digital sistem publikasi ilmiah kini telah beralih sepenuhnya ke platform daring sehingga memungkinkan penyebaran ilmu pengetahuan secara lebih luas dan cepat.
“Pesannya untuk mahasiswa, ketika membaca artikel di jurnal yang bagus, mereka itu banyak mendapatkan ilmu pengetahuan yang bisa meningkatkan keilmuan masing-masing seseorang atau berkaitan dengan kepakaran tertentu, serta memahami manajemen sistem secara online karena sekarang penerbitan itu rata-rata memang online” pungkasnya. (MJI)

Posting Komentar