KUDUS, Penakampus.id- Universitas Muria Kudus (UMK) sukses
menggelar Kongres Mahasiswa Tahun 2026 yang berlangsung di Auditorium UMK pada
Rabu (21/1) pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor UMK beserta
jajaran pimpinan universitas, serta peserta kongres yang terdiri dari peserta
penuh dan peserta peninjau dari berbagai organisasi mahasiswa (Ormawa) di
lingkungan UMK.
Ketua panitia Kongres Mahasiswa menyampaikan bahwa kegiatan ini
tidak hanya dihadiri secara langsung oleh peserta, tetapi juga disiarkan
melalui media sosial UMK. Hal tersebut bertujuan agar seluruh mahasiswa dapat
menyaksikan jalannya kongres sebagai bagian dari proses demokrasi dan
penyaluran aspirasi mahasiswa..
Wakil Rektor III UMK, Sugeng Slamet,
menegaskan bahwa Kongres Mahasiswa merupakan sarana pembentukan kaderisasi
mahasiswa dan ruang kompetisi gagasan. Menurutnya, kongres menjadi wadah
pengembangan pola pikir mahasiswa dalam mendukung keberlanjutan organisasi
kemahasiswaan sekaligus mencerminkan capaian akademik dan tridarma perguruan
tinggi di UMK.
Rektor UMK, Darsono, menilai bahwa dinamika Kongres Mahasiswa
mencerminkan proses pembelajaran demokrasi mahasiswa dalam kehidupan berbangsa.
Darsono sangat memberikan apresiasi kepada Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMK
dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) UMK periode 2025 atas kontribusi nyata
mereka kepada masyarakat, khususnya dalam kegiatan perbaikan daerah aliran
sungai yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan provinsi.
Selain itu, ia juga menyoroti kepedulian mahasiswa terhadap isu sosial melalui
aksi tanggap bencana dan kegiatan kemanusiaan lainnya.
“Perjalanan demokrasi ini merupakan proses pembelajaran mahasiswa
dalam ruang kebangsaan. Antusiasme yang terlihat menunjukkan bahwa mahasiswa
UMK memiliki semangat yang baik,” ujar Darsono.
Salah satu agenda utama dalam Kongres
Mahasiswa UMK Tahun 2026 ini adalah pemilihan Ketua DPM UMK dan Ketua BEM UMK
periode 2026. Pemilihan dilakukan oleh peserta penuh dari masing-masing Ormawa
dengan total 39 pemilih. Pada kongres ini, kedua organisasi mahasiswa tersebut
memiliki calon tunggal.
Berdasarkan hasil pemungutan suara, calon
Ketua DPM UMK memperoleh 28 suara sah, 10 suara memilih kotak kosong, dan 1
suara tidak sah. Sementara itu, calon Ketua BEM UMK meraih 23 suara sah dan 16
suara memilih kotak kosong. Dengan hasil tersebut, kedua calon tunggal secara
resmi ditetapkan sebagai Ketua DPM UMK dan Ketua BEM UMK periode 2026.
Kongres Mahasiswa Universitas Muria Kudus
Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi mahasiswa UMK untuk menyalurkan
aspirasi, berpartisipasi aktif dalam demokrasi kampus, serta berkontribusi
dalam pengembangan universitas dan masyarakat. Diharapkan, kepemimpinan
mahasiswa terpilih mampu menjalankan amanah dengan baik serta memperkuat
sinergi seluruh elemen kampus guna mewujudkan UMK yang unggul dan berdaya
saing. (RNX/FRS)

Posting Komentar