Kudus, Penakampus.Id– Kabar kurang enak
datang dari SMAN 2 Kudus, di mana siswanya diduga mengalami keracunan setelah
mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada hari Rabu.
Mufid, selaku kepala
humas RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus mengatakan kejadian bermula sekitar pukul 10
pagi. Belasan siswa mulai berdatangan ke RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus dengan
keluhan serupa. Jumlah pasien terus bertambah hingga mencapai 22 orang, dan
pada malam harinya total tercatat 32 siswa yang mendapatkan perawatan.
"Karena
keterbatasan kapasitas, pasien kemudian dibagi ke beberapa rumah sakit lain
untuk memastikan penanganan yang cepat dan optimal," ujar Mufid saat
ditemui pada Kamis 29 Januari 2026.
Hingga saat ini,
sebanyak 14 siswa telah diperbolehkan pulang, sementara 18 lainnya masih
menjalani rawat inap. Gejala yang dialami para siswa bervariasi, mulai dari
mual, diare, pusing, hingga shock. Bahkan, beberapa siswa diduga mengalami
trauma akibat melihat banyaknya teman yang mengalami kejadian serupa.
Pihak rumah sakit belum
dapat memastikan penyebab pasti keracunan, apakah disebabkan oleh kandungan zat
tertentu dalam makanan atau karena makanan yang telah kedaluwarsa. Sampel
makanan telah diambil dan sedang dalam pemeriksaan lebih lanjut oleh Dinas Kesehatan
Kabupaten Kudus.
Sebagai informasi,
Makanan Bergizi Gratis (MBG) tersebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan
Gizi (SPPG) Purwosari dan didistribusikan ke sejumlah sekolah. Namun, hingga
saat ini, kasus keracunan hanya dilaporkan terjadi di SMAN 2 Kudus. Pemerintah
Daerah setempat telah bergerak cepat untuk melakukan investigasi dan memastikan
keamanan makanan yang dikonsumsi oleh para siswa.
"Kami berharap
siswa yang masih dirawat dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti
biasa," pungkas kepala humas RSUD. Pihak sekolah dan instansi terkait
terus berkoordinasi untuk menangani kejadian ini dan mencegah terulangnya kasus
serupa di kemudian hari. (FRS/BAI)

Posting Komentar