KUDUS, Penakampus.id – Kongres Mahasiswa
Universitas Muria Kudus (UMK) telah sukses dilaksanakan di Auditorium UMK pada
21 Januari lalu. Acara rutin tahunan ini menjadi wadah penting bagi organisasi
mahasiswa (ormawa) di lingkungan kampus. Salah satu agenda utama yang dinanti
adalah pemilihan ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan Badan Eksekutif
Mahasiswa (BEM) UMK untuk periode mendatang.
Sebelum memasuki proses
pemilihan, kongres diisi dengan serangkaian kegiatan. Salah satunya adalah
penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dari DPM dan BEM UMK periode
sebelumnya. LPJ ini merupakan bentuk pertanggungjawaban formal yang bertujuan
untuk mewujudkan transparansi, akuntabilitas, serta evaluasi kinerja selama
satu periode dievaluasi secara terbuka.
DPM UMK, yang berisi lima
komisi dan badan pengurus harian , memaparkan 33 program kerja yang berhasil
dilaksanakan, serta 5 program kerja yang tidak terlaksana. Sesi tanya jawab pun
dibuka untuk memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya dan meminta
klarifikasi mengenai hal-hal yang kurang jelas. Ruang aspirasi dan pengesahan
undang-undang keluarga mahasiswa menjadi topik yang paling banyak ditanyakan,
mencerminkan antusiasme peserta terhadap keberjalanan ruang aspirasi selama
periode tersebut. LPJ DPM UMK akhirnya diterima dengan syarat, yakni
penyelesaian LPJ sebelum pemilihan ketua, yang kemudian disahkan setelah syarat
dipenuhi.
Ulfa, selaku ketua DPM
UMK, menyampaikan pesan penutup yang inspiratif, “Ketika kalian sudah
melangkah, pasti memikirkan banyak hal dan menghadapi berbagai masalah. Dengan
memilih berada di sini, kalian itu hebat, karena tidak semua mahasiswa mau
berkuliah sambil berorganisasi.”
Tak kalah menarik, BEM
UMK juga memaparkan LPJ yang mencakup 130 program kerja yang telah terlaksana.
Dengan berbagai kementerian di bawahnya, BEM UMK menunjukkan kontribusi nyata
dalam berbagai aspek kehidupan kampus. Sesi tanya jawab berjalan kondusif,
dengan fokus pada nota LPJ yang pada skema alur telah diserahkan ke Biro
Administrasi Umum dan Keuangan (BAAK) UMK. Apresiasi pun diberikan atas
kelengkapan dan ketelitian LPJ BEM UMK, yang juga memaparkan rincian keuangan
dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Universitas (APBU).
In’am, ketua BEM UMK
2025, menutup sesi dengan ucapan terima kasih, permohonan maaf, serta harapan
untuk masa depan. “Dengan tagline sinergitas juang, semangat ini tidak berhenti
pada akhir masa kepengurusan, melainkan terus hidup dan mengalir dalam setiap
langkah perjuangan mahasiswa UMK. Karena elang muria tidak pernah gentar untuk
selalu terbang tinggi dan menggapai mimpi,” ungkapnya.
Setelah kongres ini,
semoga DPM dan BEM UMK dapat bersinergi dengan baik dan memberikan kontribusi
nyata bagi kemajuan universitas. (FRS)

Posting Komentar