Beberapa aktor dan aktris "Wayang Edan". (Foto: Agil/Pena Kampus)
KUDUS, Penakampus online
- Teater
Obeng sukses mementaskan naskah “Wayang Edan” dalam acara pentas teater produksi
ke-7 pada Kamis, (13/10) di Auditorium Universitas Muria Kudus. Naskah hasil
garapan dari M. Humam Azka Reformasi Y atau akrab dipanggil Azka yang sekaligus
sutradara berhasil menghibur para penonton.
Pementasan yang dikaji
secara absurd, tidak jelas alurnya dan didukung properti-properti yang bekerja
menggunakan sistem seperti di laboratorium mesin, cukup mendeskripsikan maksud
dari naskah teater ini. Kemunculan ide yang berawal dari keresahan individu
karna Pandemi covid-19 dan tingkah iseng para anggota teater Obeng yang
selanjutnya diselaraskan dengan diskusi di sanggar.
“Kepikiran saat kondisi
pandemi Covid-19, bahwa banyak orang yang merasakan kebingungan untuk
menghadapi kondisi itu, kemudian saya kaji dan kembangkan”, jelas Azka.
Persiapan pentas teater
“Wayang Edan” ini membutuhkan waktu 6 bulan dengan proses latihan yang panjang
dan persiapan panggung yang matang.
“Dibutuhkan waktu yang
lama untuk persiapan acara ini agar pesan baik tersampaikan ke penonton. Proses
latihan yang panjang selama 6 bulan digunakan untuk reading, blocking selama
dua sampai tiga bulan”. terang Azka.
Ketua panitia Muhammad
Mujib menjelaskan persiapan pentas teater ini membutuhkan waktu yang lama agar
konsep yang dibangun siap untuk dipentaskan.
“Seperti mempersiapkan
keperluan setting panggung, perlengkapan yang dibutuhkan di balik layar dan
masih banyak lagi”, tambahnya.
Di Era 4.0, perkembangan teknologi sangatlah pesat.
Pesan utama dalam lakon ini adalah manusia hidup di dunia janganlah bergantung
kepada sistem. Ada dan tidak adanya sistem, manusia tetap memiliki peran. Bahwa
seseorang mempunyai pikiran dan kemerdekaan diri. Dengan adanya sistem, rasa
kemalasan terpupuk subur dalam diri manusia. (nda/lly/dya)

Posting Komentar