Mapala Arga Dahana Tanam 500 Bibit Pohon di Desa Kandangmas

SERAH TERIMA - Prosesi serah terima bibit dari Mapala Arga Dahana kepada pemerintah desa Kandangmas. (foto: Distrima/Pena Kampus)

 KUDUS, PenaKampus – Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Arga Dahana (AD) Universitas Muria Kudus (UMK) lakukan reboisasi di Desa Kandangmas. Sebanyak 500 pohon ditanam sepanjang jalan protokol hingga arah Waduk Logung sementara pohon buah-buahan ditanam di kawasan permukiman warga.

“500 pohon kami tanam dengan melibatkan beberapa pihak. Seperti bibit yang berasal dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jepara dan Djarum OASIS. Untuk jenisnya ada Trembesi, Ketapang Kencana, dan lainnya. Penanaman berlangsung lancar serta respon yang baik dari warga,” terang Muhammad Nur Fadli, Ketua Panitia acara Penanaman Pohon dari Mapala AD di sela kegiatan penanaman kepada Pena Kampus, Minggu (26/09).

Sebanyak 70 peserta terlibat dalam penanaman ini. Peserta reboisasi terdiri dari calon anggota Muda Mapala AD 2021, Sispala (Siswa Pecinta Alam), karang taruna, masyarakat, Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), dan perangkat desa.

Shofwan, Kepala Desa Kandangmas menuturkan, dengan adanya reboisasi turut mengembangkan potensi wisata yang ada di Kandangmas. “Mapala Argadahana punya itikad baik untuk mendukung program desa wisata di Kandangmas. Kebetulan di sini ada potensi wisata yang baru dirintis dan dikembangkan seperti Logung,” jelasnya.

“Sebelum reboisasi terlaksana, Mapala AD lebih dulu melakukan pengamatan dalam beberapa waktu untuk menentukan support apa yang kami berikan. Terlebih dari tahun 2019 pihak desa sudah mengawali dengan penataan kawasan, penanaman pohon, dan lain-lain. Namun perlu dirapatkan kembali agar bisa kelihatan rapi,” lanjutnya.

Kepala Desa Kandangmas berharap kegiatan ini tidak sebatas penanaman, tapi ikut andil dalam perawatan. Hal ini diharapkan pohon yang ditanam dapat bermanfaat untuk kehidupan yang akan datang. “Perawatan jangan hanya mengandalkan dari PemDes karena tidak bisa fokus, maka dari itu kami serahkan ke warga dan teman-teman Mapala,” kata Shofwan.

Senada dengan Shofwan, Fadli mengungkapkan kalau akan dilakukan perawatan 2 minggu sekali selama 3 bulan. Lebih lanjut ia turut berharap agar warga dapat merawat bibit yang telah ditanam bersama dengan baik.

“Rencana Tindak Lanjut dari Mapala AD 2 minggu sekali selama 3 bulan akan melakukan perawatan. Namun jika penanaman kali ini dirasa masih kurang, Mapala AD siap melakukan penanaman kembali,” tegas Fadli. (law/zuh)

0/Komentar