Yang Kita Punya

Ilustrasi Latania Rokhim

 

2005,
Masih kuingat saat masih bocah
Menunggu di taman TK-ku
Selang saat, suara itu terdengar dari gerbang
Bapak!, itu Vespa, motor jadul, menurutku yang penuh gengsi
Malu aku dilihat temanku
 
Beranjak dewasa,
2007, kelas 2 SD
Kuandalkan orang tuaku untuk menjemputku pulang,
Kali ini Ibuku,
"Ayo nak!" kata ibuku saat sampai
"Kriek - tek, kring - kring" bunyi sepeda jengki ibuku dari ayahnya waktu muda,
Aku bonceng sampai pedas pantatku, aku mengeluh.
 
Nostalgia dibenak,
Saat kupandangi Vespa dan Jengki orang tuaku tergeletak du Gudang rumah nenek.
Kini aku dewasa, penuh kasih orang tuaku.
Kufikir lagi kali ini: "sayang".
 
Seakan aku ingin memperbaiki semuanya ketika Bapakku bertanya:
" Dijual saja ya nak?"
"Jangan!, sayang!", sahutku saat ini.
Gengsi pun melonjak karena trend milenial
" Akan kupakai saja pak!"
 
Itu, kendaraan kepunyaan mereka yang kala itu aku mengeluh
Kini aku dambakan
Serta bersyukur masih memilikinya,
Sambil bisa bernostalgia atas jasa orang tuaku.
 
Membantu bapak, aku
Merestorasi keduanya agar bisa kutunggangi
Dan kau tahu?
Aku membanggakannya!
Maaf Bapak, maaf ibu.
Waktu itu kusakiti hati kalian dengan keluhanku
Kubalas dengan kurawat semuanya kini
Yang dulu kalian punya, namun
Cukupkah sekedar ini?
 
Benar, tidak cukup!
Masih panjang masa depanku,
Dari semangat orang tuaku
Biar aku berupaya membuat kalian bangga!
 
Yang kita punya,
Saat itu,
Ya sudahlah disyukuri.
Yang kita punya,
Saat ini,
Akan dijaga.
Yang kita harapkan,
Harapkan sepenuh hati.
 
 
Oleh Epafras Fariz Kurniawan
(Prodi PBI)

 

0/Komentar