![]() |
| Muhammad Alvin Rizqiya, Ketua BEM UMK.(foto: Zuha/Pena Kampus) |
KUDUS,
Penakampus.online – Badan
Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muria Kudus (UMK) Bersama Forum Eksekutif
Mahasiswa Kudus (FEMAKU) rencanakan aksi untuk peringati MayDay dan Hari
Pendidikan Nasional (Hardiknas). Aksi yang akan dilakukan pada Minggu, 2 Mei
2021 itu berisi kampanye yang dilangsungkan melalui mimbar bebas.
FEMAKU yang
merupakan gabungan badan eksekutif lingkup kampus se-Kudus itu berencana
melakukan aksinya di Alun-alun Kudus pada 2 Mei. Aksi akan dihadiri BEM
UMK, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA)
IAIN Kudus, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Lingkar Studi Revolusioner
(LSR) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
“Kami
mengajak Aliansi FEMAKU dan BEM-BEM se-Kudus untuk ikut mengkampanyekan
suaranya melalui aksi pada 2 Mei besok. Dan kami berusaha untuk mengajak
organisasi atau komunitas yang memiliki fokus terhadap itu buruh dan
Pendidikan,” jelas Muhammad Alvin Rizqiya, Ketua BEM UMK, Sabtu (24/04).
Alvin
menjelaskan, dalam mimbar bebas tersebut, BEM UMK ingin mengkampanyekan isu-isu
yang terkait dengan pendidikan. Seperti demokratisasi mahasiswa. Ia menilai,
banyak kabar-kabar bermunculan tentang adanya mahasiswa yang dikriminalisasikan
oleh rektorat, adanya mahasiswa yang di dropout (DO) karena menyuarakan
kritik dan saran.
Selain itu
pihaknya juga ingin menyuarakan tentang kekerasan seksual yang terjadi di dalam
kampus. Seperti yang sempat heboh di media, tentang kekerasan seksual yang
dialami beberapa mahasiswa padang oleh oknum dosen 2020 silam. Selain itu, ia
juga ingin mengkritik tentang realisasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang
sudah dicanangkan pemerintah sejak lama.
“Ada isu
lain yang bisa diangkat seperti isu buruh. Akan banyak masalah yang bisa
diangkat jika ingin mengkampanyekan hak-hak buruh. Akan tetapi kampanye akan kami
fokuskan ke Hardiknasnya,” kata Alvin. (Zuh/rap)

Posting Komentar