Rantau 1 Muara

Istimewa

Judul buku          : Rantau 1 Muara
Penulis                 : Ahmad Fuadi
Negara                 : Indonesia
Bahasa                  : Indonesia
Genre                   : Fiksi
Penerbit              : Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Tanggal terbit    : Mei 2013
Halaman              : xii, 401 halaman

Rantau 1 muara merupakan buku ketiga dari trilogi Negeri 5 Menara yang menceritakan perjalanan hidup seorang Alif Fikri yang mencari tujuan setelah lama belajar di negeri orang.
Dari Jakarta ke Washington
Dengan kembalinya Alif Fikri ke tanah airnya, maka mulai lah kehidupan barunya. Berlatar pada tahun 1998 yang mana terjadi krisis moneter membuatnya memasuki masa sulit setelah tulisannya yang dimuat dalam koran diberhentikan. Bersaing dengan ribuan pencari kerja, Alif hijrah ke Jakarta berharap mendapat pekerjaan dan tujuan hidupnya.
Dalam misi pencariannya tersebut, berlabuhlah Alif ke sebuah majalah yang sempat di bredel pada masa orde lama. Di sana kenallah ia dengan orang bernama Pasus yang akan menjadi teman doktor  "mondok dikantor" nya dan juga Dinara yang menyebabkan Alif dihukum karena terlambat ikut rapat.
Banyak cerita ketika Alif menjadi wartawan derap. Mulai dari mewawancara pocong hingga seorang jendral yang sangat susah untuk di dekati. Kisahnya pun di bumbui dengan perjuangan Alif mendekati perempuan bernama Dinara.
Dengan bekerja di majalah yang terkenal pada masa orde baru ternyata tidak membuat Alif puas. Dengan profokasi Randai, Alif di tantang untuk bekerja di luar negeri sekaligus mewujudkan cita-citanya semasa di Pondok Madani.
Usahanya pun tak sia sia. Ia mendapatkan beasiswa fullbright yang mana menjadi beasiswa penyandang penghargaan nobel. Ia pun akhirnya diterima di George Washington University dari banyak lamaran yang ia kirimkan. Alif meninggalkan Indonesia sekali lagi dan hubungan dengan Dinara yang tidak jelas.
Semasa kuliah di Amerika Alif tinggal di rumah milik orang Indonesia yang tinggal di Amerika dan menjadi keluarga di sana. Walau terpaut jarak yang jauh, tak menghentikan langkah Alif mendekati Dinara. Hingga suatu waktu Alif memberanikan diri untuk melamar Dinara melalui chatingannya.
Dengan pejuangan merayu Ayah Dinara akhirnya Alif menikah dengan Dinara pada libur semester dan dan membawanya ke Amerika.
Sebagai pasangan muda tak membuat kisah mereka bak cerita cinderella, masalah satu persatu datang menghampiri. Mulai dari ekonomi yang hanya di topang oleh gaji Alif berdiri di loket tiket, hingga surat ijin kerja yang tak kunjung kunjung datang padanya. Hingga akhirnya penantian lama berbuah hasil. Dinara mendapatkan suratnya dan bekerja di toko buku terbesar di kota itu.
Suatu saat kesempatan datang kepada mereka. Sebuah perusahaan bernama American Broadcasting Network (ABN) mencari seorang wartawan yang berkebangsaan Indonesia untuk direkrutnya. Tak di sia-siakan mereka berdua kemudian melamar dan diterima walau tidak bersamaan. Di saat itulah ekonomi mereka berangsur membaik. Satu persatu impian mereka tercapai. Mulai dari meliput menteri pertahanan USA di Pentagon sampai menonton pertandingan NBA sebagai seorang wartawan. Hingga suatu saat mereka dihadapkan dengan dua pilihan, pulang ke Indonesia atau mengejar impian lainnya di London.
Pembawaan yang mengalir
Sebuah cerita yang bibawakan dengan sangat baik, mengalir hingga tak sadar kalau sudah membaca berlembar-lembar. Konflik cerita yang datang tanpa persiapan membuatnya jadi lebih berwarna.  Isinya pun sangat edukatif, banyak kutipan yang di tonjolkan mulai dari bahasa arab hingga minang tempat kelahirannya. Ilustrasi lokasi Washington juga ditambahkan pada balik sampul buku yang menjadikan kita bisa mengimajinasikan keadaan di sana.
Cocok untuk segala umur, novel ini cocok untuk kalian yang menyukai buku fiksi tapi tidak berlebihan. Kalian pun dapat menemukannya dengan mudah di toko buku besar karena buku ini termasuk best seller.
Sedikit kekurangan
Ada beberapa kalimat asing yang tidak disertakan terjemahannya, sehingga pembaca yang belum mengerti harus mencari tahu agar tahu maksudnya. Dan menurut saya cerita pada bagian kuliah kurang dieksplorasi. Tidak menjadikan alur cerita buruk, tapi kalau pada bagian tersebut lebih digali mendalam akan memperkaya cerita utama novel tersebut. (Zain/Peka Online)

0/Komentar